Wakil Ketua PCNU HST Pimpin Shalat Istisqa’ dan Bagikan Masker di SDN Kahakan Kalibaru
![]() |
| Foto: Kegiatan Shalat Istisqa di Halaman SDN Kalibaru |
Batu Benawa, PCNU HST
Di tengah kondisi kemarau panjang, kabut asap, serta kekhawatiran dampak kebakaran hutan dan lahan, keluarga besar *SDN Kahakan Kalibaru, Kec. Batu Benawa, Kab. Hulu Sungai Tengah* menggelar *Shalat Istisqa’* sebagai ikhtiar spiritual dan kepedulian lingkungan.
Kegiatan dengan tema "Ketuk Pintu Langit, Ikhtiar Bersama” ini dilaksanakan pada Rabu, 02 September 2026 / 20 Rabi’ul Awwal 1448 H bertempat di Halaman Utama SDN Kahakan Kalibaru dengan jumlah Peserta 300 lebih warga sekolah, terdiri dari seluruh murid, Kepala Sekolah, Dewan Guru, dan Tenaga Kependidikan
Shalat Istisqa’ dipimpin langsung oleh Fahriansyah Wakil Ketua PCNU Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang juga Guru PAI di SDN Kahakan Kalibaru. Beliau bertindak sebagai Imam dan Khatib, turut mendampingi Muhammad Kasim, selaku Bilal.
Dalam khutbahnya, Fahriansyah mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak Istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT, menjaga Lingkungan dengan tidak membakar hutan/lahan sembarangan, Saling Mengedukasi tentang pentingnya hemat air, kebersihan, dan kepedulian sesama.
Kita tidak hanya memohon turunnya hujan, tetapi juga memohon agar hati kita diturunkan rasa kepedulian. Semoga hujan yang Allah turunkan nantinya menjadi rahmat, menyuburkan bumi, menghidupkan sumber air dan memberikan keselamatan bagi Banua kita. kata cak Fahri, sapaan akrabnya.
Kepala SDN Kahakan Kalibaru, Didi Pengabdian, menyampaikan apresiasi penuh. Menurutnya, kegiatan ini adalah pendidikan karakter, ketika bumi membutuhkan hujan, mari kita mengetuk pintu langit. Ketika lingkungan membutuhkan kepedulian, mari kita hadir dengan tindakan nyata. Karena doa dan ikhtiar harus berjalan bersama.
Usai shalat, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian masker gratis kepada seluruh murid dan warga sekolah. Ini bentuk ikhtiar menjaga kesehatan di tengah kabut asap dan debu.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diajarkan 3 hal penting: berdoa kepada Allah, Berikhtiar dengan sungguh, Menjaga Alam & Sesama.
Kemarau boleh datang. Kabut asap boleh menjadi ujian. Namun, kepedulian tidak boleh ikut mengering.
Kegiatan ditutup dengan munajat: ya Allah, turunkanlah hujan-Mu untuk Banua kami. Jadikanlah ia hujan yang membawa kehidupan, kesuburan, kesehatan, keselamatan dan keberkahan.

Posting Komentar