Wakil Ketua PCNU HST: Isra Mi'raj Dan Haul Ulama Banua, Momentum Penguatan Islam Ahlusunnah Waljamaah

Table of Contents



Batu Benawa, PCNU HST 

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ustadz Fahriansyah, yang juga merupakan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN Kahakan Kalibaru, menyampaikan materi dari Kitab Syarh Dardir Mi‘raj dalam kegiatan Peringatan Isra Mi‘raj Nabi Muhammad ﷺ yang dirangkai dengan Haul Abah Guru Sekumpul K.H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani serta Haul Guru K.H. Asmuni (Guru Danau), Selasa (13/1/2026). 

Dalam paparannya, alumni Pondok Pesantren Ibnul Amin dan STAI Al Washliyah Barabai tersebut menjelaskan secara runtut perjalanan agung Rasulullah ﷺ sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Syarh Dardir. Uraian dimulai dari peristiwa Isra’, yakni perjalanan Rasulullah ﷺ bersama Malaikat Jibril dan Buraq dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, hingga peristiwa Mi‘raj, ketika Rasulullah ﷺ naik menembus lapisan-lapisan langit, bertemu para nabi, dan akhirnya menghadap langsung kepada Allah SWT.

Ustadz Fahriansyah menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi‘raj bukan sekadar kejadian luar biasa, melainkan sarat dengan pesan akidah, adab, dan ibadah. Penekanan utama disampaikan pada kewajiban shalat sebagai inti ajaran Islam. Menurutnya, shalat merupakan amalan pertama yang akan dihisab di akhirat dan menjadi tolak ukur kualitas iman serta akhlak seorang hamba.

Pada kesempatan yang sama, beliau juga menyampaikan manaqib Abah Guru Sekumpul dan Guru Danau, dengan menekankan keteladanan kedua ulama besar Banua tersebut dalam keikhlasan berdakwah, kedalaman ilmu, kelembutan akhlak, kesederhanaan hidup, serta istiqamah menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang berpaham rahmatan lil ‘alamin.

“Para ulama Banua mengajarkan kepada kita bahwa dakwah itu harus menyejukkan, menyatukan, dan membimbing umat dengan kasih sayang, bukan dengan kemarahan atau perpecahan,” ujar Ustadz Fahriansyah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penerapan Islam wasathiyah (Islam moderat) dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI). Menurutnya, GPAI memiliki peran strategis dalam menghadirkan Islam yang adil, seimbang, toleran, dan penuh kasih, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam proses pembelajaran di sekolah.

Dalam konteks pendidikan, GPAI diharapkan mampu:

  1. Menanamkan nilai toleransi, adab, dan akhlakul karimah kepada peserta didik
  2. Menghindari sikap ekstrem, mudah menghakimi, dan provokatif
  3. Mengajarkan agama dengan pendekatan hikmah, mau‘izhah hasanah, dan keteladanan
  4. Memadukan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan zaman dan teknologi

Kegiatan ini juga dirangkai dengan perpisahan purna tugas salah satu Guru PAI di Kecamatan Batu Benawa, yang berlangsung penuh haru dan penghormatan atas dedikasi serta pengabdian beliau dalam dunia pendidikan.


Adapun poin-poin penting terkait ibadah shalat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut meliputi:

  1. Shalat sebagai fondasi pembentukan akhlak
  2. Shalat sebagai penjaga keimanan di tengah tantangan zaman
  3. Shalat sebagai sumber ketenangan dan kekuatan spiritual guru
  4. Keteladanan shalat guru sebagai pendidikan karakter paling efektif

Acara dilaksanakan di Desa Pagat, Rumah Makan Mak Janai, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan berlangsung dalam suasana khidmat, tertib, serta penuh kebersamaan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Bapak Rusdiansyah selaku Pengawas, Ketua K3S Kecamatan Batu Benawa Didi Pengabdian, serta seluruh Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) se-Kecamatan Batu Benawa. Acara juga dirangkai dengan perpisahan purna tugas GPAI SDN 2 Pagat, Bapak Romansyah, yang disambut penuh haru dan penghargaan atas dedikasi serta pengabdian beliau. Sementara itu, Ketua KKG PAI Kecamatan Batu Benawa, Norhamidah, menyampaikan apresiasi serta harapan agar ukhuwah, kekompakan, dan semangat pengabdian para GPAI terus terjaga.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh kekeluargaan, menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan komitmen GPAI dalam mendidik generasi dengan nilai Islam wasathiyah, Ahlussunnah wal Jama’ah, rahmatan lil ‘alamin, serta berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Posting Komentar