Tausiyah Rais Syuriyah PCNU HST: Pesan Inspiratif bagi Insan Pendidikan

Table of Contents



Hulu Sungai Tengah, PCNU HST 

Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Peringatan Isra Mi‘raj Nabi Muhammad ﷺ yang dirangkai dengan Haul Abah Guru Sekumpul KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, di SMKN 2 Barabai,  Jumat (27 Rajab 1446 H / 16 Januari 2026 M). Kegiatan ini menghadirkan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Hulu Sungai Tengah, KH. Syamsuni Ahmad, sebagai penceramah utama.

Dalam tausiyahnya, KH. Syamsuni Ahmad menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi‘raj bukan sekadar kisah perjalanan Nabi Muhammad ﷺ, melainkan pondasi utama pembentukan karakter umat, terutama dalam dunia pendidikan, Isra Mi‘raj fondasi shalat dan akhlak generasi muda. 

“Isra Mi‘raj menghadiahkan shalat, Maka jika ingin melihat kualitas suatu generasi, lihatlah bagaimana shalatnya, adabnya kepada guru, dan sikapnya kepada sesama,” tutur beliau di hadapan ratusan siswa dan dewan guru.

Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk meneladani akhlak Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari jujur, amanah, rendah hati, dan penuh kasih sayang, nilai-nilai yang harus tumbuh di lingkungan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak.

Meneladani Abah Guru Sekumpul: Ilmu, Adab, dan Keikhlasan

Dalam momentum haul, Rais Syuriyah PCNU HST turut mengulas keteladanan Abah Guru Sekumpul, sosok ulama besar yang dikenal luas karena ilmu, adab, dan keikhlasannya dalam berdakwah.

“Abah Guru Sekumpul mengajarkan bahwa ilmu tanpa adab tidak akan membawa berkah. Inilah pesan penting bagi guru, siswa, dan orang tua di zaman sekarang,” tambahnya.

Pesan tersebut disambut penuh perhatian oleh para guru dan tenaga kependidikan, sebagai pengingat bahwa tugas pendidik bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan akhlak dan nilai kemanusiaan.

Sinergi Ulama, Sekolah, dan Masyarakat

Kehadiran para komite sekolah dan tokoh masyarakat dalam kegiatan ini mencerminkan kuatnya sinergi antara ulama, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.

Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, persaudaraan, dan keteladanan, sejalan dengan semangat Ahlussunnah wal Jama‘ah an-Nahdliyah yang menjunjung tinggi moderasi, toleransi, dan kedamaian.


Membangun Generasi Berkarakter dan Beradab

Peringatan Isra Mi‘raj dan Haul Abah Guru Sekumpul ini ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh siswa tumbuh menjadi generasi yang cinta shalat, hormat kepada guru, rukun dengan sesama, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai keislaman.

Melalui tausiyah penuh hikmah dari KH. Syamsuni Ahmad, kegiatan ini meninggalkan pesan mendalam: sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi ladang ibadah dan pembentukan peradaban.

Acara tersebut dihadiri oleh para tokoh agama dan masyarakat, komite sekolah, serta 71 guru dan staf, dengan jumlah peserta mencapai 602 siswa yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh antusias.


Posting Komentar