Pelantikan 17 PRNU Haruyan Dirangkai Isra Mi’raj dan Haul, Rais Syuriyah PCNU HST Tekankan Khidmat Jam’iyah
Haruyan, PCNU HST
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Haruyan
menyelenggarakan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan
pelantikan dan pengesahan 17 Pengurus Ranting NU (PRNU) se-Kecamatan Haruyan,
sekaligus Haul Guru Sekumpul dan Haul Gus Dur, Selasa (23/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Majelis Sabilal
Muhtadien, Desa Andang, Kecamatan Haruyan, dan dihadiri oleh jajaran pengurus
PCNU Hulu Sungai Tengah, para kiai, tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyin
dari berbagai desa.
Pelantikan 17 PRNU dilakukan langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Hulu Sungai
Tengah, KH. Syamsuni Ahmad yang sekaligus memberikan tausiyah pada peringatan
Isra Mi’raj dan Haul. Dalam mau’idhah hasanahnya, Rais Syuriyah menegaskan
bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa spiritual, melainkan momentum untuk
memperkuat disiplin ibadah, keikhlasan berkhidmat, dan komitmen menjaga
nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah di tengah masyarakat.
“Pelantikan pengurus ranting ini harus dimaknai sebagai awal khidmat. NU
hidup karena pengabdian yang tulus, dari ranting sampai pusat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Hulu Sungai Tengah, Bapak Idi Amin,
dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada MWC NU Haruyan atas konsistensi
menghidupkan kegiatan keagamaan dan jam’iyah di tingkat akar rumput. Ia
menekankan bahwa pengurus ranting merupakan ujung tombak NU dalam pelayanan
umat.
“Ranting adalah wajah NU di masyarakat. Kuatnya NU sangat ditentukan oleh
soliditas dan keaktifan pengurus ranting,” ujarnya.
Ketua MWC NU Haruyan Ahmad Zikri, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan
ini tidak hanya bertujuan seremonial, tetapi juga sebagai upaya memperkuat
silaturahmi, konsolidasi organisasi, dan spiritualitas warga Nahdliyin melalui
haul para ulama dan tokoh bangsa.
Sebanyak 17 Pengurus Ranting NU yang dilantik diharapkan mampu
menjalankan amanah organisasi, menggerakkan kegiatan ke-NU-an, serta menjaga
tradisi keislaman yang ramah, moderat, dan berakar pada kearifan lokal.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk para masyayikh, Guru Sekumpul,
KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta keselamatan dan keberkahan bagi
Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia.
Posting Komentar